JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
FADILLAH FATMA
(A1C118092)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Percobaan 8
I.
Judul : Kromatografi Lapis Tipis dan
Kolom
II.
Hari, Tanggal : Rabu, 29 April 2000
III.
Tujuan : Adapun tujuan dari praktikum
ini adalah sebagai berikut:
1.
Dapat Mengetahui
teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom
2.
Dapat Membuat
pelat kromatografi lapis tipis dan kolom kromatografi
3.
Dapat Memisahkan
suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis tipis dan
memurnikannya dengan kolom
4.
Dapat memisahkan
pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom
IV.
Landasan Teori
Ada begitu
banyak metode atau teknik untuk melakukan pemisahan suatu campuran, diantaranya
adalah pemisahan yang didasarkan oleh distribusi zat antara dua fase (fase diam
dan fase gerak) yang biasa disebut Kromatografi. Hal yang perlu diperhatikan
dalam teknik ini adalah Koefisien Distribusi akan berbeda pada senyawa yang
berbeda (Deni, 2014).
Suatu komponen
yang membawa analit yang bersifat inert ataupun yang dapat bereaksi dengan
analit tersebut disebut fase gerak. Sedangkan komponen yang melakukan interaksi
dengan suatu fase diam dan menyebabkan terjadi perubahan waktu retensi serta
pemisahan analit dalam suatu campuran disebut dengan fase diam. Dikarenakan
kombinasi dari kedua fase ini maka terdapat perbedaan 4 kromatografi; cair-cair,
padat-cair, cair-gas, dan gas-padat (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/04/10/325teknik-pemisahan-dengan-khromatografi/)
Kromatografi
Lapis Tipis memiliki perlakuan yang sama
dengan Kromatografi kertas. Namun pada Kromatografi Lapis Tipis ini terdapat
perbedaan media yang digunakan, yaitu lempeng lapis tipis yang tersangga pada
papan kaca, alumunium, serta plastic yang digunakan sebagai pengganti kertas
pada Kromatografi kertas. Kromatografi kolom adalah kromatogrfi yang baik dilakukan
jika bahan yang hendak dipisahkan berupa ekstrak (Ismiarni, 2010).
Dalam
laboratorium biasanya KLT digunakan untuk memisahkan bahan penyusun makanan
dalam ehidupan sehari-hari yang mana biasanya dilakukan pemisahan pada
sayur-sayuran atau buah-buahan. Dalam proses pemisahan ini biasanya eluen yang
digunakan itu merupakan campuran dari etanol dengan kloroform (Tim Kimia
Organik, 2020).
Selalu terdapat
kecenderungan pada setiap proses pemisahan dengan teknik kromatografi,
diantaranya adalah kecenderungan pada molekul-molekul komponen dalam melarut pada campurannya. Kecenderungan
ini dapat diatasi jika komponen yang akan dipisahkan memiliki sifat yang larut
dalam fase gerak dan kemampuan untuk berinteraksi dengan fasa diam (Krisna,
2014).
V.
Alat dan Bahan
5.1
Alat
·
Pelat Kaca Kecil
·
Oven
·
Gelas Piala
·
Batang Pengaduk
·
Cawan Petri
·
Tabung Reaksi
·
Pipa Gelas Kapiler
·
Bejana Pengembang
·
Lumpang
·
Rotary Evaporator
·
Pipet Tetes
·
Glass Wool
5.2
Bahan
·
Metanol
·
Silika Gel
·
Aquades
·
Asam Asetat
·
Eter
·
Benzena
·
Kafein
·
Kristal Iod
·
Petrolium Eter
·
Kristal Na-sulfat Anhidrat
·
Selulosa
·
Kalsium Karbonat
·
Sukrosa
·
Aseton
·
Kertas Saring
VI.
Prosedur Kerja
6.1
Kromatografi Lapis Tipis
·
Disiapkan Plat TLC
·
Dibuat larutan pengembang dalam gelas
piala 1L dengan komposisi Etanol :
Metanol : Kloroform : Etil- Asetat : n-heksan : Aseton ( 40 : 68 : 108 : 115 :
140 : 152 ) ml
·
Dibuat 10 larutan sampel daari 10
ekstrak tanaman dengan 5 ml methanol
·
Masing- masing diambil larutan sampel
yang sudah di ekstrak dibubuhkan ( ditotolkan ) diatas pelat TLC dengan jarak
kira-kira 1cm dari tepi pelat kaca.
·
Dikeringkan noda sampel dan standard
dengan dryer (ditiup)
·
Dimasukkan pelat ke dalam bejana
pengembang
·
Dibiarkan proses ini berlangsung sampai
garis mencapai 1 cm dari tepi atas pelat
·
Diangkat pelat dari bejana, lihat noda
dengan lampu UV atau dibuat larutan dengan serium sulfat
·
Dihitung dan bandingkan semua Rf yang
diperoleh.
6.2
Kromatografi Kolom
·
Disiapkan 10 ekstrak daun
·
Disumbat bagian bawah kolom dengan glass
wool
·
Dimasukkan silika gel kedalam larutan
pengembang yang telah dibuat di awal
·
Larutan tersebur kemudian dimasukkan
kedalam kromatografi kolom
·
Dimasukkan sampel yang akan di
kromatografi
·
Pelarut harus terus-menerus diteteskan
kedalam kolom
·
Tetesan yang keluar dari kolom ditampung
dengan beberapa tabung reaksi bersih dan dipisahkan berdasarkan warnanya.
Permasalahan yang timbul :
Link Video : https://youtu.be/OZKuZ_w2Fg0
1. Dari video tersebutkan dikatakan bahwa tujuan dari dilakukan KLT ini adalah untuk untuk melihat metabolit sekunder dari bagian tanaman yang di ekstraksi. Lalu bagaimanakah cara kita untuk menuntukan apakah noda yang dihasilkan itu alkaloid atau flavonoid ?
2. Terdapat dua jenis Eluen yang digunakan pada video tersebut, yaitu polar dan non-polar. Manakah yang menunjukkan hasil lebih baik?
3. Dalam video tersebut, mengapa Eluen dijenuhkan?

Baiklah,
BalasHapusPerkenalkan Saya :
Nama : Trixie Fedora Ima Gulo
NIM : A1C118077
menjawab permasalahan anda nomor 2 "Terdapat dua jenis Eluen yang digunakan pada video tersebut, yaitu polar dan non-polar. Manakah yang menunjukkan hasil lebih baik? ". Eluen polar dan non polar memiliki hasil yang baik pada masing-masingnya dan tidak dapat dibeda-bedakan mana hasil yang baik dan yg tidak baik. Karena pada dasarnya penggunaan eluen berdasarkan jenis sampel/noda yang digunakan, sesuai prinsip like dissolved like.
Terima kasih
baiklah, saya Ryan Willianto (A1C118019) akan menjawab permasalahan saudari Fadillah Fatma nomor 3.
BalasHapuseluen adalah suatu pembawa dari fasa gerak yang akan memisahkan komponen senyawa dalam suatu sampel. penjenuhan merupakan proses pengecekan apakah suatu eluen atau fasa gerak dapat mengalir ke atas melalui fasa diam hingga mencapai pada titik yang diharapkan dan apakah fasa gerak ini dapat tersidtribusi dengan sempurna ke segala arah pada fasa diam. jadi penjenuhan dilakukan untuk mengetahui apakah eluen ini dapat digunakan dengan baik untuk membawa dan memisahkan komponen dengan baik ke titik yang ditentukan.
terima kasih, semoga bermanfaat.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
BalasHapusPerkenalkan nama saya Adriyan Wijaya putra
NIM A1C118035
Disini saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor satu.
Menurut saya salah satu yang dapat kita gunakan untuk menentukan apakah sampel adalah alkanoid atau Flavonoid adalah melihat bentuk dan struktur dari noda atau senyawa aktif yang dihasilkan dari proses klt dimana kita dapat menentukan nya berdasarkan karakteristik yang di miliki kedua nya, apakah pada sampel menunjukkan ciri khas alkanoid atau pun Flavonoid.
Sekian semoga bisa membantu.
Wassamualaikum warahmatullahi wabarokatuh