Laporan Praktikum IV Kimia Organik I - Reaksi-reaksi Hidrokarbon

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I






DISUSUN OLEH :
FADILLAH FATMA
(A1C118092)


DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd.



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
VII.     Prosedur Kerja
VIII.  Data Pengamatan
7.1        Brom dalam tetraklorida
No.
Perlakuan
hasil
1.
1 mL alkana +15 mL brom digoncang an ditempatkan pada tempat gelap dan ditutup.
Warna larutan tetap tidak berubah (kuning) dan lebih jernih.
2.
1 mL alkana + 15 mL brom digoncang dan ditempatkan pada tempat terang serta ditutup.
Warna lautan kuning (lebih gelap) dan timbul asap
3.
1 mL dietil eter + 15 mL brom digoncang dan ditutup .
Terbentuk L1 dan L2 yang berturut-turut eter dan brom serta timbul asap.
4.
1 mL dietil eter + 15 tetes benzene digoncang dan ditutup.
Timbul asap dan larutan menjadi keruh
7.2        Brom
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Pada tabung 1 dimasukkan 1 mL benzene + 3 tetes Brom, kemudian dipanaskan dalam penangas.
Timbul uap( tidak tersisa).
2.
Pada tabung 2 dimasukkan 1 mL benzene + paku+ 3 tetes brom, kemudian dipanaskan dalam penangas .
Tidak timbul uap ( masih tersisa benzene dalam tabung.
7.3        Larutan Kalium Permanaganat
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Tabung reaksi 1 dimasukkan 1mL kalium permanganat + 5 tetes n-heksana, dan digoyang
Terbentuk warna larutan ungu tampak kemerahan
2.
Tabung 2 dimasukkan 1 mL kalium permanganat + 5 tetes eter, dan digoyang
Terbentuk warn larutan ungu kemerahan
3.
Tabung 3 dimasukkan 1 mL benzena + 2 mL kalium permanganat, dan digoyang
Warna larutan ungu, akan tetapi terbentuk dua lapisan
7.4         Asam sulfat pekat
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Tabung 1 dimasukkan 2 mL asam sulfat +10 tetes eter kemudian digoncang
Campuran berwarna jingga dan terasa panas pada saat digoncang
2.
Tabung 2 dimasukkan 2 mL H2SO4 + 10 tetes n-heptana, lalu digoncang
Campuran tidak saling melarutkan yang menyebabkan terbentuknya 2 lapisan (lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah agak keruh )
7.5        Asam Nitrat
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Tabung 1 dimasukkan 4 mL asam nitrat + 0,5 mL benzene, dimasukkan batu didih, kemudan dididihkan, dan dituang larutan kedalam es
Ketika bercampur timbul asap, gelembung. Ketika dididihkan berwarna bening, pada saatdituang kedalam es timbul asap dan bau menyengat (larutan keruh)
2.
Tabung 2 dimaukkan 4 mL aam nitrat + eter, diberi batu diidh, lalu dipanaskan dan dituang larutan kedalam es
Ketika bercampur timbul gelembung. Pada saat dipanaskan timbul warna orange, asap, serta bau menyengat. Pada saat dituang kedalam es larutan menjdi bening serta memberikan bau bayclin.
7.6        Bahan tak dikenal
No
Perlakuan
Hasil
1
Ditambahkan 2 ml zat x + 2ml air kemudian digoncangkan
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas minyak jelantah dan bagian bawah air
2
Ditambahkan 2 ml zat  x  + H2SO4 2ml, lalu digoncang
Warnanya berubah menjadi kecoklatan dan baunya tidak sedap
3
Ditambahkan 2 ml zat x + 2 ml kloriform diguncangkan
Terdapat 2 lapisan , lapisan atas keruh dan lapisan bawah berwarna kuning
Benzena
1
Ditambahkan 2 ml benzena + 2ml air , kemudian diguncangkan
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas lebih keruh dari pada lapisan bawah , dan dibagian atas ada gelembung
2
Ditambahkan 2ml zat benzena + 2ml H2SO4
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas bening dan lapisan bawah keruh
3
Ditambahkan 2 ml zat benzen + 2ml kloroform diguncangkan
Terdapat cincin benzene terdapat 2 lapisan atas keruh   dan bagian bawah agak keruh.

IX.        Pembahasan
Praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan reaksi-reaksi hidrokarbon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat kimia dari hidrokarbon alifatik jenuh, alifatik tak jenuh, dan aromati, membedakan tiga golongan senyawa hidrokarbon dan mengetahui bagaimana melakukan pengujian senyawa hidrokarbon. Reaksi hidrokarbon ini dapat dilakukan dengan menggunakan katalis aluminium klorida yang mana katalis ini digunakan untuk mengubah senyawa hidrokarbon rantai lurus menjadi bercapang (isomerisasi). Selain itu, melalui klorinasi atau brominasi dengan bantuan sinar UV atau pada suhu tinggi sekitar 450oC senyawa hidrokarbon bisa diubah menjadi alkil halida (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
Pada percobaan ini kami melakukan beberapa reaksi pada senyawa hidrokarbon dengan hasil sebagai berikut :
8.1        Brom dalam Tetraklorida
Pada percobaan ini kami melakukan empat pengamatan dengan bahan yang digunakan sedikit berbeda dan juga perlakuan yang berbeda pada setiap larutannya.
Pada percobaan pertama praktikan menggunakan dua tabung reaksi yang masing-masingnya diisi oleh 1 ml alkana dan 15 tetes Brom lalu digoncang dengan hati-hati. Terdapat dua perlakuan yang berbeda dari dua tabung ini, tabung pertama diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari (gelap), sedangkan pada tabung kedua diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari (terang). Pada tabung pertama yang diletakkan pada tempat gelap, disaat kedua larutan dicampurkan didapatkan hasil warna larutan tidak berubah, yaitu masih bewarna kuning dan larutan menjadi lebih jernih.  Sedangkan pada tabung kedua ketika dicampurkan dan diletakkan ditempat terang memiliki perubahan warna dimana larutan menjadi lebih gelap dan timbul asap. Timbulnya asap pada larutan tabung dua ini menandakan adanya campuran yang mneghasilkan gas hydrogen bromida (HBr).
Selanjutnya disiapkan dua tabung reaksi (tabung III dan IV), pada tabung III diisikan 1 ml dietil eter dan 15 tetes brom lalu digoncang dan ditutup sedangkan pada tabung IV diisikan 1 ml dietil eter dan 15 tetes benzene lalu digoncang dan ditutup. Hasil pengamatan yang didapat dari tabung III adalah terbentuk larutan L1 dan L2 yang berturut-turut adalah eter dan brom yang menimbulkan asap ketika kedua zat tersebut dicampurkan, sedangkan pada tabung IV didapatkan hasil larutan menjadi keruh dan terdapat asap juga ketika larutan tersebut dicampurkan. Terdapatnya dua fasa pada saat dietil eter dicampurkan dengan brom disebabkan oleh perbedaan sifat diantara dietil eter.
8.2        Brom
Pada percobaan brom ini dilakukan dua kali percobaan dengan dua tabung rekasi. Pada tabung rekasi I dimasukkan 1 ml benzene dan 3 tetes brom lalu larutan tersebut dipanaskan dengan menggunakan penangas, selanjutnya pada tabung kedua dimasukkan 1 ml benzene, 1 paku dan 3 tetes brom lalu baru dipanaskan dengan penangas. Hasil pengamatan yang didapat dari tabung I adalah larutan menjadi uap dan tidak tersisa. Sedangkan pada tabung II larutan masih tersisa dan tidak timbul uap.
8.3        Larutan Kalium Permanganat
Dalam pecobaan ini dilakukan 3 kali pengamatan yang mana praktikan memvariasikan beberapa larutan yang akan ditambahkan ke dalam kalium permanganate. Pada percobaan pertama dimasukkan 1 ml kalium permanganate dan 5 tetes n-heksana , didapatkan larutan bewarna ungu yang kemerahan. Pada tabung II praktikan menambahkan 1 ml kalium permanganate dan ditambahkan dengan 5 tetes eter lalu digoyangkan dengan hati-hati hingga didapatkan hasil pengamatan larutan bewarna ungu kemerahan. Lalu pada tabung yang terakhir dimasukkan 2 ml kalium permanganate dan ditambahkan dengan 1 ml benzene yang menunjukkan terbentuknya dua fasa dengan warna larutan ungu. Hasil pengamatan dari tabung ketiga ini menunjukkan bahwa kedua larutan tidak bercampur , dua lapisan itu terdiri dari benzene yang berada pada lapisan atas dan KMnO4 yang berada pada lapisan bawah. Pada tabung I dan II dapat disimpulkan bahwa terjadi reaksi oksidasi yang mana ditandai denganwarna larutan berubah menjadi sedikit kemerahan sedangkan pada tabung III tidak terjadi reaksi oksidasi karena benzene tidak teroksidasi oleh KMnO4.
8.4        Asam Sulfat Pekat
Pada percobaan ini praktikan melakukan dua pengamatan pada asam sulfat pekat, pada tabung reaksi pertama dimasukkan 2 ml asam sulfat pekat yang kemudian ditambahkan dengan 10 tetes eter hingga menunjukkan hasil pengamatan campuran berwarna jingga dan campuran larutan terasa panas pada saat digoncang. Lalu dilanjutkan pada tabung reaksi kedua dimana 2 ml H2SO4 ditambahkan dengan 10 tetes n-heptana dan digoncang, hasil pengamatan didapat bahwa kedua larutan tersebut tidak tercampur dan didapatkan batas yang terletak memisahkan antara lapisan atas dengan lapisan bawah. Volume pada lapisan atas lebih sedikit jika dibandingkan dengan lapisan bawah.
8.5        Asam Nitrat
Dalam percobaan asam nitrat ini praktikan melakukan dua percobaan untuk memperhatikan reaksi-reaksi kimia dari golongan senyawa hidrokarbon. Percobaan yang pertama, praktikan memasukkan 4 ml asam nitrat yang kemudian ditambahkan dengan 0,5 ml dan dimasukkan batu didih ke dalam larutan yang sudah bercampur tersebut, ketika larutan tersebut bercampur terdapat asap dan gelembung serta terdapat pembatas antara larutan satu dan larutan yang lain. Kemudian larutan dipanaskan selama beberapa menit hingga mencapai keadaan dimana larutan tersbut mendidih dan didapat hasil larutan menjadi bening yang berarti larutan tersebut sudah bercampur menjadi satu fasa. Hal ini menunjukkan bahwa benzene dapat larut dalam asam nitrat apabila dilarutkan pada suhu tinggi, penambahan batu didih ke dalam larutanpun juga bertujuan agar benzene tidak keluar dari dalam mulut tabung yang nantinya akan terbakar. Ketika larutan dituangkan ke dalam es, timbul asap dan bau yang sangat menyengat dimana larutan yang dihasilkan bewarna keruh.
Selanjutnya pada percobaan kedua, kami memasukkan 4 ml asam nitrat dengan 0,5 ml eter yang mana ketika bercampur terdapat gelembung didalamnya. Lalu ketika diberi batu didih dan dipanaskan selama beberapa menit didapatkan larutan bewaran orang, timbul asap dan bau menyengat. Kemudian praktikan menuangkan larutan ke dalam es sehingga larutan menjadi jernih dan memberikan bau bayclin.
8.6        Bahan Tak dikenal
Dalam pengujian bahan yang tak dikenal ini, praktikan melakukan beberapa reaksi untuk menentukan senyawa yang digunakan dengan 3 macam larutan yang berbeda. Pada percobaan ini ada 2 ml zat yang tidak diketahui dan harus direaksikan dengan 3 macam larutan yang sudah ditentukan. Pada zat X tabung reaksi pertama, praktikan mereaksikan larutan tersebut dengan 2 ml air kemudian dikocok hingga didapatkan hasil larutan tidak bercampur dan membentuk dua fasa yang mana pada lapisan diatas larutan keruh dan bagian bawah larutan jernih. Pada tabung reaksi kedua direaksikan2 ml zat yang tidak diketahui dan ditambahkan dengan H2SO4 lalu dikocok hingga didapatkan hasil larutan berubah warna menjadi kecoklatan dan baunya menjadi tidak sedap. Pada tabung reaksi ketiga 2 ml zat yang tidak diketahui tersebut  direaksikan dengan 2 ml kloroform dan dikocok hingga didapat larutan membentuk 2 lapisan dimana lapisan atas bewarna keruh dan lapisan bawah bewarna kuning.
Selanjutnya pada senyawa Y kami melakukan percobaan yang sama, pada tabung pertama ketika larutan ditambahkan dengan 2 ml air dan dikocok, didapatkan 2 lapisan yang mana lapisan atas keruh dan lapisan bawah jernih, serta terdapat gelembung pada permukaan larutan. Pada tabung ke dua larutan berubah menjadi 2 lapisan ketika 2 ml larutan Y ditambahkan dengan 2 ml H2SO4 yang mana pada lapisan atas larutan bening dan lapisan bawah keruh. Lalu pada tabung reaksi ketiga ketika 2 ml benzene ditambahkan dengan 2 ml kloroform didapatkan hasil pengamatan terdapat cincin benzene dan 2 lapisan yang mana bagian atas keruh dan bagian bawah sedikit keruh.
Dari beberapa reaksi-reaksi yang dilakukan dan hasil pengamatan yang praktikan dapatkan, bisa disimpulkan bahwa zat X adalah minyak jelantah dan zat Y adalah benzene.
IX.       Kesimpulan
Adapun setelah percobaan ini dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal:
1.      Hidrokarbon alifatik terbagi menjadi dua jenis, yaitu alifatik jenuh dan alifatik tak jenuh. Hidrokarbo alifatik jenuh adalah hidrokarbon yang hanya memiliki satu jenis ikatan saja, yaitu ikatan tunggal, sedangkan hidrokarbon alifatik tak jenuh merupakan hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap dua ataupun ikatan rangkap tiga.
2.      Golongan hidrokarbon mengalami beberapa reaksi kimia seperti reaksi oksidasi, reaksi sulfonasi, reaksi klorinasi dan sebagainya. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa non polar, sehingga jika dilarutkan dalam pelarut polar akan tidak dapat tercampur atau terdapat dua lapisan pada larutan.
3.      Untuk menguji senyawa hidrokarbon dapat dilakukan pengujian klor dalam kloroform, klorinasi dengan KMnO4 dan larutan H2SO4.
X.         Manfaat
Adapun Manfaat dari percobaan praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1.      Praktikan mampu membedakan sifat-sifat kimia senyawa alifatik jenuh, alifatik tak jenuh dan aromatic.
2.      Praktikan mengetahu rekas-reaksi kimia yang terjadi pada golongan senyawa hidrokarbon.
3.      Praktikan mengetahui cara untuk melakukan pengujian pada golongan senyawa hidrokarbon
XI.     Pertanyaan Pasca Praktikum
                  1.      Mengapa pada saat dietil eter dicampurkan dengan beberapa tetes brom larutan menjadi dua fasa?
                  2.      Mengapa pada saat 1 ml benzene diteteskan 3 tetes brom dan dipanaskan larutan menjadi tidak bersisa?
                  3.      Mengapa pada percobaan Kalium Permanganat benzene tidak dapat dioksidasi dengan KMnO4?
XII.  Daftar Pustaka
Respati. 2014. Kimia Organik dan Hayati. Bandung: ITB.
Syukri.1999. Kimia Dasar Jilid 2.Bandung: UI Press. 
Tim Kimia Organik.  2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi.
Wilbrahman. 2012. Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta:Bina Aksara
XIII.  Lampiran
 Penetesan brom ke dalam benzena
 Pemasukkan beberapa tetes aquades ke dalam larutan minyak jelanta
Pengambilan asam nitrat didalam lemari asam

 Larutan setelah dipanaskan dengan batu didih
Proses pemanasan larutan

Komentar

  1. Assalamualaikum.. Saya M.Riyo Agung Kurnia. NIM A1C118011. Saya akan bantu menjawab pertanyaan no 2. Pada uji Brom, saat Benzena ditetesi oleh Brom, larutan menguap tanpa sisa sebab tidak ada katalis yang menyebabkan reaksi berlangsung sehingga seluruh zat saat dipanaskan menguap. Sementara pada benzena yang diberi paku besi ia bersisa larutannya sebab terjadi reaksi halogenasi dengan besi sebagai katalis membentuk bromobenzena dan asam bromida.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh perkenalkan saya Dea Ristria Ariani nim A1C118003 saya akan coba membantu menjawab permasalahan nomor 1. Terbentuknya larutan 2 fasa dari dietil eter ketika di reaksikan dengan brom di karenakan terjadinya reaksi halogenasi yang menyebabkan putusnya rantai etil yg kemudian digantikan dengan brom sehingga terbentuk nya 2 fasa

    BalasHapus
  3. Say paulina Nim A1c118062 Kan mencoba memabanru pertanyaan no 3 karena kepolaran nya berbeda.dimN benzen itu non polar dan KmNO4 polar

    BalasHapus

Posting Komentar