Laporan I Kimia Organik I - Analisa Kualitatif Unsur-Unsur Zat Organik dan Penentuan Kelas Kelarutan
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
FADILLAH FATMA
(A1C118092)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
Prosedur kerja dari percobaan ini dapat dilihat di:
https://fadillahfatma100400.blogspot.com/2020/01/jurnal-1-praktikum-kimia-organik-i.html
https://fadillahfatma100400.blogspot.com/2020/01/jurnal-1-praktikum-kimia-organik-i.html
VI. Data Pengamatan
Adapun data pengamatan yang kami dapatkan dari percobaan I ini adalah sebagai berikut:
7.1 Analisis unsur
7.1.1 Karbon dan Hidrogen
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Sebanyak 1 gram CuO kering dipanaskan
|
Tidak terjadi perubahan apapun dan terlihat kering
|
2
|
Ditambahkan gula
|
CuO bercampur dengan gula dan meleleh
|
3
|
Dialirkan pipa ml (Ca(OH)2) dan dipanaskan
|
Timbul uap dan gas
|
7.1.2 Halogen
1) Tes Beilsten
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Dipanaskan kawat tembaga hingga berwarna kemerah-merahan kemudian didinginkan sebentar. Lalu ditetesi dengan CCl4 dan dipijarkan pada bunsen. Diamati warna nyala yang terjadi
|
Warna nyala yang dihasilkan adalah ungu kemerah-merahan.
|
2) Tes CaO
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Panaskan CaO (kulit telur) pada suhu tinggi (70℃)
|
Timbul bau yang menyengat
|
2
|
Saat masih panas ditambahkan 2 tetes n-heksanon
|
Timbul bau yang sangat menyengat
|
3
|
Setelah dibiarkan dingin, dididihkan 5ml air suling
|
Larutan menjadi keruh
|
4
|
Dituang kedalam gelas kimia dan larutkan dalam HNO3 encer
|
Timbul gelembung dan larutan jernih
|
7.1.3 Metode Leburan dengan Natrium
A. Belerang
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Diasamkan larutan L(putih telur) dengan asam pekat (HCl) dan didihkan. Diperiksa gas yang dihasilkan melalui kertas saring yang ditetesi dengan Pb Asetat 10%
|
Larutan berwarna bening kemudian saat dipanaskan larutan naik menuju kertas saring. Terdapat lapisan seperti minyak.
|
2
|
Larutan L lainnya ditambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida
|
Larutan jernih dan terdapat gumpalan putih
|
B. Nitrogen
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
3 ml larutan L ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 . Ditambahkan 1 tetes larutan FeCl2. . Ditambahkan 5 tetes larutan KF 10%.Ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10%, lalu di didihkan. Diasamkan dengan asam sulfat encer
|
Larutan yang awalnya berwarna hitam berubah menjadi kuning bening dan terdapat endapan biru berlin pada bagian bawah
|
C. Halogen
No
|
Prosedur
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Ditambahkan larutan L (putih telur) denga HCl diasamkan dengan HNO3 encer, dididihkan. Untuk menghilangkan HCN atau H2S + AgNO3 encer lalu dididihkan
|
Terdapat endapan hitam kecoklatan yang cukup banyak.
|
7.2 Penentuan Kelas Kelarutan
7.2.1 Kelarutan dalam Air
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
Larutan menjadi jernih
|
2
|
Tepung
|
Larutan menjadi keruh
|
3
|
Minyak
|
Larutan menjadi jernih
|
4
|
Putih telur
|
Larutan menjadi keruh
|
5.
|
Garam
|
Larutan menjadi jernih
|
7.2.2 Kelarutan dalam Eter
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
Larutan menjadi jernih
|
2
|
Tepung
|
-
|
3
|
Minyak
|
Latuan menjadi bening
|
4
|
Putih telur
|
-
|
5
|
Garam
|
Larutan menjadi Jernih
|
7.2.3 Kelarutan dalam NaOH 5%
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
-
|
2
|
Tepung
|
Larutan menjadi keruh dan terdapat endapan
|
3
|
Minyak
|
-
|
4
|
Putih telur
|
Larutan menjadi bening dan timbul warna merah muda keunguan
|
5
|
Garam
|
7.2.4 Kelarutan dalam NaCHO3
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
-
|
2
|
Tepung
|
Larutan menjadi keruh, terdapat endapan dan timbulnya gelembung
|
3
|
Minyak
|
-
|
4
|
Putih telur
|
Larutan bening dan terdapat busa
|
5
|
Garam
|
Larutan- menjadi keruh
|
7.2.5 Kelarutan dalam HCl
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
| |
2
|
Tepung
|
Larutan menjadi keruh
|
3
|
Minyak
| |
4
|
Putih telur
|
Larutan menjadi keruh dan terdapat endapan
|
5
|
Garam
|
-
|
7.2.6 Kelarutan dalam H2SO4
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
-
|
2
|
Tepung
|
Larutan menjadi hitam dan terdapat endapan berwarna putih.
|
3
|
Minyak
|
-
|
4
|
Putih telur
|
Larutan menjadi keruh
|
5
|
Garam
|
-
|
7.2.7 Kelarutan dalam H3PO4
No
|
Bahan
|
Hasil Pengamatan
|
1
|
Gula
|
Larutan jernih
|
2
|
Tepung
|
Larutan jernih
|
3
|
Minyak
|
-
|
4
|
Putih telur
|
Larutan jernih dan terdapat busa
|
VII. Pembahasan
8.1 Analisa Unsur
Percobaan analisis kualiatif ini bertujuan untuk mengetahui zat-zat penyusun suatu senyawa dengan melakukan uji yang sesuai untuk senyawa tersebut. Dalam kimia, analisa dilakukan untuk mencari tahu zat-zat penyusun suatu senyawa atau campuran yang terdapat dalam suatu sampel.
Uji kualitatif kelarutan dari suatu senyawa dapat digunakan sebagai uji untuk mengetahui apakah suatu senyawa yang dianalisis sudah sesuai dengan pelarutnya. Jika kelarutan yang dimiliki oleh suatu senyawa lebih besar itu berarti senyawa yang dianalisis sesuai dengan pelarutnya.
Oleh sebab itu, pada percobaan ini praktikan sudah mendapatkan hasil pengamatan untuk analisis unsur karbon, hydrogen, belerang, nitrogen, dan halogen. Hasil pengamatan itu akan dibahas sebagai berikut:
8.1.1 Karbon dan Hidrogen
Hasil pengamatan dari percobaan karbon dan hydrogen yang praktikan lakukan, didapatkan bahwa tida terjadi perubahan apapun pada saat 1 gram CuO kering dipanaskan pertama kali. Lalu selagi CuO hangat, praktikan masukkan gula sebanyak 1:10 massa CuO. Alasan kenapa digunakannya gula dalam percobaan ini adalah karena gula mengandung suatu senyawa organic dan CuO sebagai katalisatornya. Hasil pengamatan dari pemanasan CuO dan gula ini adalah CuO bercampur dengan gula sehingga membuat gula tersebut meleleh. Kemudian campuran senyawa tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi pyrex yang dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas dan kedalam campuran tersebut dialirkan 10 ml Ca(OH)2. Ketika dipanaskan terdapat uap dan juga gas pada selang serta gelas kimia yang digunakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembakaran gula menghasilkan gas dengan mengalirkannya dari pipa pengalir gas menuju ke labu erlenmayer yang berisi Ca(OH)2 dan menandakan bahwa terjadi reaksi pembakaran yang menghasilkan karbon diksida dan air.
8.1.2 Halogen
Terdapat dua macam uji dalam penentuan unsur halogen ini, yaitu dengan tes beilstein dan tes CaO. Hasil pengamatan dari kedua tes tersebut adalah sebagai berikut:
A. Tes Beilstein
Salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat suatu unsur halogen didalam suatu senyawa adalah dengan melakukan Tes Beilstein. Pada tes ini dilakukan uji nyala terhadap kawat tembaga yang sudah dipotong lalu dipanaskan hingga bewarna kemerah-merahan. Kemudian ketika kawat tembaga telah dingin, diteteskan 2 tetes CCl4 kepada kawat tembaga tersebut dan kembali dipanaskan. Hasil pengamatan yang didapat oleh praktikan adalah warna nyala yang dihasilkan pada saat kawat tembaga tersebut dipanaskan adalah ungu kemerah-merahan.
B. Tes CaO
Pada percobaan ini tidak digunakan CaO pada analisis sebab keterbatasan bahan yang ada didalam laboratorium, namun kami tetap menjalankan praktikum ini dengan mengganti CaO dengan kulit telur. Uji unsur halogen menggunakan tes ini dilakukan dengan memanaskan tabung reaksi yang berisi kulit telur hingga suhunya mencapai suhu yang tinggi dan ditambahkan dua tetes CCl4. Hasil pengamatan yang didapat pada saat ditambahkan dua tetes CCl4 adalah terciumnya bau busuk yang sangat menyengat. Setelah dibiarkan dingin, putih telur yang sudah ditetesi dengan CCl4 dididihkan didalam 5 ml air sehingga didapat larutan menjadi keruh dan kemudian ketika dituang kedalan gelas kimia lalu dilarutkan dengan HNO3 larutan menjadi jernih kembali dengan timbulnya gelembung dipermukaan larutan.
8.1.3 Metode Leburan dengan Natrium
Tujuan dari dilakukannya percobaan ini adalah untuk megetahui apakah terdapat unsur-unsur tambahan dalam suatu senyawa organic. Logam Na dikatakan meleleh dengan sempurna apabila ekstrak lasseigne’s logam Na yang dibuat ketika dipanaskan menyala. Ketika hal tersebut terjadi, maka bisa dilanjutkan ke proses penggabungan dengan senyawa organic lain. Percobaan ada metode leburan ini terbagi menjadi tiga yaitu belerang, nitrogen, dan halogen yang mana hasil pengamatan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
A. Belerang
Dalam percobaan penentuan unsur belerang ini, dilakukan dua percobaan dengan perlakuan yang berbeda pada larutan L yang digunakan. Larutn L yang praktikan gunakan dalam percobaan ini adalah putih telur dan pada larutan L yang pertama ditambahkan dengan asam klorida hingga bersifat asam. Setelah itu, didapatkan hasil pengamatan larutan bewarna bening dan ketika dipanaskan dengan penutup kertas saring yang diteteskan dengan pb-asetat 10% larutan naik menuju kertas saring dan terdapat lapisan seperti lapisan minyak dan air.
Pada larutan L yang lain dilakukan perlakuan yang sama seperti larutan L yang pertama, namun pada akhir percobaan larutan L tersebut ditambahkan dengan beberapa tetes larutan Na-nitroposida dan ketika larutan tersebut ditetesi didapatkan bahwa larutan tampak jernih dan terdapat gumpulan putih.
B. Nitrogen
Pada percobaan ini kami menggunakan putih telur sebagai larutan L lalu ditambahkan dengan 5 tetes FeSO4, 1 tetes FeCl3, 5 tetes KF 10%, serta 1-2 ml NaOH 10%. Pada saat larutan ditetesi dengan NaOH 10%, larutan menjadi hitam dan terdapat endapan bewarna putih yang berada didasar tabung reaksi. Pada larutan ini, tidak didapati adanya belerang sehingga praktikan melanjutkannya dengan mengasamkan larutan dengan asam sulfat encer. Saat larutan diasamkan, terjadi perubahan warna dari larutan yang awalnya hitam menjadi bening kekuningan dengan adanya endapan putih dan biru berlin yang berada didasar tabung reaksi.
C. Halogen
Dalam percobaan penentuan unsur halogen digunakan larutan L berupa putih telur yang mana pada awalnya diasamkan dengan larutan HNO3 encer dan tidak didapatkan perubahan warna pada larutan. Selanjutnya, larutan L yang sudah bersifat asam dididihkan selama 5-10 menit hingga timbul letupan-letupan kecil pada larutan yang ditujukan untuk menghilangkan HCN dan H2S yang mungkin terbentuk pada saat larutan bereaksi. Pada saat larutan L dimasukkan 5 ml AgNO3 dan dibiarkan mendidih untuk beberapa menit, larutan tersebut menunjukkan terdapatnya endapan coklat yang cukup banyak. Sehingga sesuai dengan penuntun, jika terdapat endapan yang banyak maka hal itu menandakan adanya unsur halogen dalam zat tersebut.
8.2 Penentuan Kelas Kelarutan
Dalam percobaan ini dilakukan penentuan kelas kelarutn dari lima zat organika yang sudah ditentukan yaitu gula, garam, tepung, minyak dan putih telur. Setelah itu semua zat-zat organic yang sudah disiapkn akan dilarutkan ke dalam air dan dilanjutkan kebeberapa pelarut lain seperti eter, H3PO4 pekat, HCl, H2SO4 pekat, NaOH 5% dan NaHCO3. Jika saat zat tersebut dilarutkan didalam air menunjukkan larutan yang jernih, maka didapatkan hasil bahwa laruan terseut + dan harus dilanjutkan pada proses kelarutan dalam eter. Sedangkan jika didapat hasil larutan saat ditambahkan air menjadi keruh, maka larutan tersebut dilanjutkan pada proses kelarutan dengan pelarut lain.
8.2.1 Kelaarutan dalam Air
Pada percobaan kelarutan dalam air ini, praktikan mengambil 0,1 gram atau 3 tetes zat organic yang sudah ditentukan. Jika saat zat organic tersebut ditambahkan air dan dikocok dengan kuat-kuat menghasilkan larutan yang jernih maka dilanjutkan dengan menambahkan larutan eter ke dalamnya, sedangkan jika larutan menjadi keruh maka ditambahkan dengan para pelarut lain yaitu NaOh 5%, H2SO4 pekat, H3PO4 pekat, HCl, dan NaHCO3. Pada saat gula dilarutkan dengan 3 ml air suling dan dikocok dengan kuat-kuat didapatkan hasil pengamatan larutan jernih yang berarti bernilai (+). Lalu pada kelarutan garam didapat hasil pengamatan larutan jernih yang menunjukkan bahwa larutan tersebut bernilai (+). Pada kelarutan teung, didapakan hasil pengamatan larutan menjadi keruh sehingga larutan tersebut bernilai (-). Selanjutnya hasil pengamatan dari kelarutan zat cair minyak bernilai (+) karena larutan menunjukkan warna yan jernih meski terdapat batasan antara air dan minyak. Hal itu disebabkan karena air dan minyak memiliki perbedaan sifat dimana air bersifat non polar dan minyak bersifat polar, selain hal itu massa jenis minyak lebih kecil daripada massa jenis air sehingga larutan minyak berada diatas larutan air. Untuk hasil pengamatan kelarutan putih telur didapatkan hasil larutan menjadi keruh sehingga dikatakan kelarutannya bernilai (-).
8.2.2 Kelarutan dalam Eter
Sesuai dengan hasil kelarutan yang sudah didapatkan sebelumnya, dalam percobaan ini praktikan melanjutkan percobaan dari zat-zat organic yang menunjukkan nilai kelarutan positif seperti gula, garam, dan minyak. Pada larutan gula yang ditambahkan dengan 3 ml eter didapatkan hasil pengamatan larutan tetap jernih, sehingga dapat dikatakan bahwa larutan gula tersebut dapat larut dalam eter (+). Selanjutnya pada larutan garam, ketika ditambahkan dengan 3 ml eter menunjukkan warna larutan yang tetap jernih sehingga dapat dikatakan jika larutan garam dapat larut dalam eter atau hasil kelarutannya bernilai (+). Larutan terakhir yang dilarutkan dengan 3 ml eter adalah larutan minyak yang mana larutan ini menunjukkan hasil kelarutan bernilai (+) karena larutan jernih.
8.2.3 Kelarutan dalam NaOH 5%
Seperti yang diketahui, NaOh adalah larutan basa kuat yang juga merupakn senyawa non-polar, oleh Karena itu NaOH mampu melarutkan senyawa atau zat yang bersifat non polar. Pada percobaan 8.2.1 didapatkan hasil bahwa senyawa yang dilanjutkan untuk dilarutkan dalam pelarut lain adalah putih telur dan tepung, maka praktikan menunjukkan hasil pengamatan dari 2 larutan tersebut. Larutan yang pertama adalah putih telur, pada saat ditambahkan NaOH 5% larutan tetap jernih namun warna larutan berubah menjadi pink keunguan sehingga didapattt bahwa larutan gula ini memiliki kelarutan yang bernilai (+). Larutan selanjutnya adalah tepung, hasil pengamatan dari kelarutan tepung yang ditambah NaOH 5% adalah larutan keruh dan terdapat endapan tepung berada didasar tabung reaksi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kelarutan dari tepung adalah (-).
8.2.4 Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Hasil pengamatan dari kelarutan tepung saat ditambahkan 3 ml H2SO pekat ke dalamnya adalah Larutan menjadi hitam dan terdapat endapan putih didasar tabung reaksi tersebut. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa hasil kelarutan dari larutan tepung ini bernilai (-). Selanjutnya untuk hasil kelarutan putih telur didapatkan hasil kelarutan bernilai (-) karena larutan tetap keruh.
8.2.5 Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Pada percobaan kelarutan dalam H3PO4 didapatkan hasil kelarutan pada larutan putih telur yaitu larutan tetap keruh dan menunjukkan terdapatnya beberapa busa diatas permukaan larutan, sehingga hasil kelarutan putih telur bernilai (-). Untuk larutan tepung didapatkan hasil kelarutan berupa larutan keruh dengan terdapatnya busa diatas permukaan larutan sehingga nilai dari kelarutan tepung ini adalah (-).
8.2.6 Kelarutan dalam NaHCO3
Hasil kelarutan dari larutan tepung yang ditambah dengan NaHCO3 adalah larutan tetap keruh dengan adanya endapan didasar tabung reaksi dan juga terdapat gelembung-gelembung kecil didalam larutan tersebut, hal ini menunjukkan bahwa hasil kelarutan dari tepung bernilai (-). Selanjutnya kelarutan putih telur saat dicampur dengan NaHCO3 adalah (+) karena larutan bewarna jenih dan juga terdapat busa pada permukaan atas larutan tersebut.
8.2.7 Kelarutan dalam HCl
Pada penambahan HCl ke dalam larutan putih telur, praktikan mendapatkan hasil pengamatan larutan tetap keruh dengan adanya endapan yang terdapat di dasar tabung reaksi, hal ini menunjukkan bahwa hasil kelaruttan bernilai (-). Pada uji kelarutan tepung juga didapatkan hasil kelarutan bernilai (-) karena dari hasil pengamatan terlihat jika larutan tidak berubah dan tetap keruh.
VIII. Pertanyaan Paca Praktikum
1. Pada percobaan analisa unsur, hal apa yang menjadi penanda bahwa terdapat unsur hydrogen dan karbon pada suatu larutan?
2. Pada percobaan metoda leburan dengan natrium untuk penentuan unsur nitrogen, bagaimana cara kita menentukan suatu senyawa itu mengandung belerang atau tidak?
3. Tes beilstein digunakan untuk menganalisa unsur halogen. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tes beilstein ini datpat menganalisis unsur lain dalam suatu larutan?
IX. Manfaat
Adapun manfaat dari melakukan percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Praktikan dapat memahami bagaimana suatu prinsip dasar analisa kualitatif dalam kimia organic bekerja.
2. Praktikan dapat memahami lebih dalam mengenai tahapan kerja analisa dalam suatu senyawa organic serta penentuan kelas kelarutannya.
3. Praktikan dapat menganalisis suatu unsur yang tidak diketahuinya.
X. Kesimpulan
Dari percobaan yang sudah praktikan lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Prinsip dasar dari suatu analisis kualitatif adalah identifikasi senyawa organic dengan mereaksikan suatu sampel dalam pelarut tertentu dan melihat perubahan warna ketika larutan tersebut dimasukkan pelarut, lalu diamati juga endapan yang terbentuk ataupun gas yang timbul pada saat suatu larutan dicampur.
2. Untuk mengidentifikasi struktur senyawa organic dapat dilakukan dengan cara melakukan tes nitrogen, tes belerang, tes halogen dan tes kelarutan yang setiap caranya memiliki prosedur yang berbeda-beda dan juga pelarut yang berbeda-beda.
3. Untuk menentukan kelarutan suatu senyawa dapat dilihat dari sifat solute dan solvent, ketika solute memiliki sifat yang sama dengan solvent maka solute akan mudah larut dalam solvent.
XI. Daftar Pustaka
Indarto. 2015. Uji Kualitatif dan Kuantitatif Golongan Senyawa Organik dari Kulit dan Kayu Batang Tumbuhan Artocarpus Dadah Mq. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni. Vol 4. No 1.
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/
Tim Kimia Organik. 2020. Penuntun Prakitkum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi.
Wawan. 2013. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Yoshito. 2010. Kimia Organik Jilid I. Bandung: JICA.
XII. Lampiran
Kawat tembaga ditetesi dengan CCl4
Bahan-bahan yang digunakan pada tes kelarutan
Hasil Tes CaO berupa larutan jernih dengan gelembung yang ada disisi atas larutan
Endapan dari putih telur setelah ditetesi asam asetat pada percobaan halogen
Video percobaan praktikum dengan judul ini dapat ditonton pada aplikasi youtube dengan mengklik link ini : https://youtu.be/E5MGzrYkZmU





Assalammualaikum wr.wb
BalasHapussaya indah syafitri (A1C118018) Saya akan membantu menjawab pertanyaan no 1 .Yang dapat menandakan adanya unsur hidrogen dan karbon yaitu pada hidrogen terdapat uap air yang mengalir dari hasil pemanasan tabung reaksi yang berisi campuran CuO dan gula sedangkan pada karbon terdapat gelembung gas yang dihasilkan pada tabung reaksi lain yang mengandung gas CO2 hal ini yang menandakan adanya unsur karbon dan hidrogen.
terima kasih
semoga membantu...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
BalasHapusPerkenalkan nama saya Adriyan Wijaya putra
NIM A1C118035
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
Menurut saya kita dapat mengetahui ada atau tidaknya belerang dalam suatu senyawa dapat di lihat pada saat berjalan nya reaksi apabila setelah kita panaskan dan kita asamkan terdapat buat pesing atau bau tidak enak itu menandakan bahwa terdapat belerang pada senyawa tersebut.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu menjawab permasalahan yang ada
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalammualaikum wr.wb
BalasHapusPerkenalkan nama Saya Radiah (A1C118045)
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.3.
Menurut saya tes beilstein tidak bisa digunakan untuk menganalisis unsur lain dalam suatu larutan karena tes beilstein itu adalah tes yang hanya bisa digunakan untuk mengidentifikasi unsur halogen pada suatu senyawa.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu menjawab pertanyaan yang ada..
Terimakasih..