Jurnal 2 Praktikum Kimia Organik - Kalibrasi Termometer dan Penentuan Titik Leleh


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I






DISUSUN OLEH :
FADILLAH FATMA
(A1C118092)


DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd.



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019

Percobaan 2

I.            Judul                     : Kalibrasi Termometer dan Penentuan Titik Leleh
II.         Hari, Tanggal        : Rabu, 12 Februari 2020
III.       Tujuan                   : Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
               1.      Dapat mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam penentuan titik leleh senyawa murni
               2.      Dapat melakukan kalibrasi termometer sebelum digunakan untuk penentuan titik leleh 
                      suatu senyawa murni
               3.      Dapat membedakan titik leleh suatu senyawa murni dengan senyawa yang tidak murni
               4.      Dapat melakukan penentuan titik leleh suatu senyawa murni yang di berikan sebagai sampel
IV.      Landasan Teori
      Kalibrasi thermometer merupakan suatu cara untuk memeriksa akurasi suatu thermometer yang digunakan sebelum paraktikan melakukan sebuah pengukuran. Termometer merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu dari suatu zat yang berwujud padat atau berwujud cair, sehingga untuk mendapatkan hasil pengukuran suhu yang akurat diwajibkan melakukan kalibrasi thermometer. Kalibrasi thermometer dapat dilakukan dengan memanaskan air hingga suhunya mencapai 100oC dan setelah itu thermometer dapat digunakan karena sudah dilakukan kalibrasi.
      Terdapat suatu alat yang menggabungkan fungsi dari thermometer dan hygrometer dan disebut sebagai thermohygrometer. Thermometer ini merupakan alat yang digunakan sebagai alat untuk mengukur suhu ruangan dengan cara kerjanya sebagai berikut:
            1.      Volume dari air raksa berada pada kondisi awal sebelum terjadi perubahan suhu.
            2.       Terjadi perubahan volume pada air raksi dipengaruhi oleh perubahan duhu lingkung disekitar 
                   thermometer.
      Termometer dapat digunakan sebagai alat untuk menentukan titik leleh, yang mana titik leleh adalah suatu senyawa murni yang terdapat dalam keadaan suhu pada fasa padat dan fasa cairnya dalam keadaan setimbang dengan tekanan 1 atm.
      Besar energy yang digunakan untuk melelehkan atau melarutkan zuatu zat padat dalam 1 mol disebut sebagai kalor peleburan molar. Perubahan bentuk suatu zat menjadi meleleh dapat terjadi karena besarnya padatan yang berubah menjadi cair tersebut. Sehingga jika ingin merubah titik leleh normal suatu zat kita mengubah tekanannya menjadi tidak sama dengan 1 atm.
     Pada saat meleleh (titik leleh yang tajam) senyawa-senyawa murni memiliki suhu yang hampir tetap. Penurunan titik leleh mungkin dapat terjadi karena pengotoran, misalnya terdapat suatu bahan berbentuk rasin yang belum bias diidentifikasi ataupun senyawa lainnya yang memiliki titik leleh lebih rendah dari senyawa utamanya.
   Setelah didapatkan hasil pengukuran titik leleh suatu zat, kita juga dapat menentukan kemurnian dari zat tersebut dengan mudah. Zat-zat yang murni biasanya memiliki titik leleh yang tingi disbanding dengan zat-zat yang telah bercampur dengan zat yang lain karena memiliki titik leleh yang lebih rendah.

V.      Alat dan Bahan
5.1  Alat
            1.      Labu Erlenmeyer
            2.      Thermometer
            3.      Pemanas
            4.      Pipa Gelas Kapiler
5.2  Bahan
            1.      Es Batu
            2.      Air
            3.      Gabus
            4.      Sampel zat murni
      VI.   Prosedur Kerja
       6.1  Kalibrasi Termometer
·         Dibuat campuran bubuk es dan air dalam labu erlenmeyer 250 ml sehingga 2/5 bagian volumenya terisi
·         Dimasukkan termometer hingga ujungnya menyentuh campuran es + air, disumbat mulut labu erlenmeyer tersebut dengan gabus, sehingga campuran tersebut tegrisolasi dari udara luar
·         Dicatat batas bawah skala termometer tersebut (0)
·         Diangkat termometer dan diulangi lagi prosedur 1-3
·         Dirancang kebali alat dengan mengisi 2/5 bagian erlenmeyer dengan aquades
·         Dimasukkan termometer hingga tepat 1 cm diata permukaan air, disumbat dan  diusahakan termometer berada pada posisi tegak/vertical
·         Dilakukan pemanasandan catat suhu saat air mulai mendidih dan suhu tidak naik-naik lagi (konstan)
·         Diulangi prosedur 3-7 sekali lagi
6.2  Penentuan titik leleh
·         Diambil pipa gelas kapiler, lalu dibakar ujungnya sehingga tertutup
·         Dimasukkan sampel zat murni atau campuran dari ujung lainnya. Lalu dipadatkan dengan bantuan stick yang berlubang tengahnya. Tinggi sampel dalam pipa kapiler tidak lebih dari 2 mm.
·         Pipa kapiler yang berisi sampel diikatkan dengan termometer menggunakan benang (bagian ujung bawah termometer)
·         Dimasukkan alat tersebut kedalam erlenmeyer yang telah diisi air atau minyak (tergantung tinggi TL zat tersebut) dengan mengisi 2/3 erlenmeyer dan disumbat dengan gabus mulut Erlenmeyer
·         Dipanaskan perangkat alat ini secara perlahan dan dicatat suhu saat tepat zat meleleh hingga semua zat meleleh
·         Dilakukan prosedur 1-5 sebanyak dua kali untuk tiap sampel yang diberikan. Sampel murni terdiri dari naftalen, glukosa, alpha-naftol, asam benzoat dan maltose
·         Ditentukan titik leleh campuran dua senyawa yang sama dengan proporsi 1:1, 1:3 dan 3:1. Gambarkan titik autentik yang diperoleh untuk hasil yang abik, digambarkan titik autentik pada kertas milimeter block (kertas grafik)
6.3  Demonstrasi titik leleh dengan MPA (Melting Point Apparatus)
·         Ditempatkan sampel yang akan diketahui titik lelehnya pada pipa gelas kapiler setebal lebih kurang 2 mm.
·         Ditempatkan pipa kapiler pada alat bagian atas. Terdapat 3 lubang yang diameternya 3mm, lubang tengah untuk pipa kapiler yang berisi sampel dan lubang lain yang diisi dengan pipa kapiler kosong (konstan)
·         Dihubungkan alat dengan tombol listrik dan on-kan. Variabel suhu dapat diatur dengan tombol agar naik secara kosntan dengan kecepatan tertentu. Pengamatan dapat dilakukan dari lubang kecil disisi depan alat ini. Perhatikan variabel suhu saat zat sudah meleleh. 
     VII.   Permasalahan
1.         Dari percobaan penentuan titik leleh pada video tersebut digunakan sebuah pipa kapiler yang mana pada saat percobaan pipa kapiler tersebut dibakar hingga tertutup rapat. Kenapa hal tersebut dilakukan dan efek apa yang akan ditimbulkan dari dibakarnya pipa kapiler tersebut?
2.         Apa saja hal yang ahrus dilakukan agar ujung pipa kapiler tertutup menghadap kebawah?
3.         Dari percobaan tersebut didapatkan suhu gula halus yang berada dipipa kapiler dan dipanaskan dalam minyak adalah 126oC. Dari hasil percobaan yang dilakukan apakah praktikan berhasil? Tolong jelaskan secara rinci.

Komentar

  1. Assalamualaikum. Perkenalkan saya M.Riyo Agung Kurnia NIM A1C118011, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. Dilakukannya pembakaran disalah satu ujung pipa kapiler guna menutup salah satu ujung pipa sehingga
    salah satu ujung pipa kapiler buntu. Dengan buntunya salah satu ujung pipa, praktikan dapat memasukan serbuk/kristal zat ke ujung pipa yg satu lagi untuk menentukan titik lelehnya.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, saya Sari Bulan A1C118065, saya akan membantu menjawab pertanyaan no 2, hal yang harus dilakukan adalah pipa kapiler yang terbuka harus di lakukan pembakaran dengan menggunakan pembakar bunsen sehingga pipa kapiler bagian yang terbakar akan buntu dan meleleh kebawah atau menghadap kebawah maka dari itu pipa kapilernya tertutup

    BalasHapus
  3. Baiklah, perkenalkan saya Ryan Willianto dengn NIM A1C118019. Saya akan menjawab permasalahan yang ditimbulkan saudari sari bulan nomor 3. Pada percobaan didapatkan suhu gula yang meleleh ada pada titik 126°C, nilai tersebut belum benar. Kenyataan nya, suhu yang didapat senilai 164°C. Hal ini dapat disebabkan karena pengukuran yang berpatokan pada nilai pada termoneter yang konstan setelah dipanaskan tanpa melihat apakah gula tersebut telah meleleh pada suhu sebelum itu atau tidak. Jadi nilai yang didapatkan belum akurat.

    Semoga membantu.

    BalasHapus

Posting Komentar